Minggu, 07 Juni 2020

Pilihan Tumbuhan Obat Untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh Selama Pandemi COVID-19

Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri mendefinisikan obat herbal atau medicinal plants sebagai tanaman yang digunakan dengan tujuan pengobatan atau pencegahan dan merupakan bahan asli dalam pembuatan obat herbal. Manfaat tumbuhan obat bisa berasal dari akar, batang, hingga daunnya. Jadi jangan heran jika lebih satu jenis tumbuhan obat memiliki khasiat yang berbeda-beda dalam mengobati berbagai macam penyakit.

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia,  obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik), atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma yang berlaku di masyarakat.


Obat herbal memiliki berbagai efek pada sistem metabolisme tubuh manusia. Mulai dari memberikan efek analgesik, antioksidan, hingga antiradang. Tak heran apabila banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan obat tradisional sebagai cara mengobati beberapa masalah kesehatan, seperti demam, batuk, pilek, flu, sakit kepala, sakit perut, gangguan pencernaan, menjaga daya tahan tubuh, masalah kulit, hingga insomnia.


Menjalani masa pandemi COVID-19 tentunya kita perlu memperkuat sistem imun. Selain menggunakan vitamin dalam menjaga asupan nutrisi, tumbuhan obat ternyata dapat membantu memelihara daya tahan tubuh kita. Tumbuhan apa saja itu? Sambiloto, meniran, temulawak, kunyit, jahe, dan jambu biji menurut penelitian dapat menjaga daya tahan tubuh kita. Bagaimana cara penyajiannya? Berikut ini tumbuhan obat yang digunakan lengkap dengan cara penyajian yang bersumber dari Buku Cegah Covid oleh BPOM-RI:

Pilihan Tumbuhan Obat Untuk Menjaga Daya Tahan Tubuh Selama Pandemi COVID-19

Jenis tumbuhan obat di atas tentunya mudah ditemukan di sekitar kita. Cara penyajiannya pun tidaklah sulit. Yuk manfaatkan kekayaan alam kita untuk diri, keluarga, dan orang di sekitar kita agar daya tahan tubuh kita tetap terjaga.

Selasa, 02 Juni 2020

KEREN! 10 Lagu tentang Pandemi Corona (COVID-19) Karya Musisi Indonesia


Dunia telah dilanda pandemi corona yang belum jelas kapan akan berakhir. Berbagai upaya, kebijakan dan bantuan telah digelontorkan untuk mencegah penyebaran yang semakin meluas. Tak hanya bantuan tapi semangat juga dibutuhkan untuk menjaga jiwa tetap sehat, seperti yang dilakukan musisi berikut ini.

Mereka menyalurkan semangat lewat sebuah lagu yang menyentuh untuk Indonesia tetap kuat dan bersatu. Tak hanya itu, ada juga lagu untuk garda depan petugas medis yang tak lelah walaupun tak bisa bertemu anak, orangtua atau keluarga mereka. Berikut ini 10 Lagu Karya Musisi Indonesia tentang Pandemi Corona yang bersumber dari idntimes.com


1. Yessiel Trivena - Demi Raga Yang Lain



Demi Raga Yang Lain adalah lagu ciptaan dari musisi Eka Gustiwana yang dinyanyikan oleh Yessiel Trivena. Lagu ini rilis pada tanggal 19 Maret 2020 ini bercerita tentang bagaimana beratnya pekerjaan tenaga medis saat pandemi virus corona saat ini. Tak hanya lagu, Eka Gustiwana juga membuka donasi melalui platform Kitabisa.com.


2. Kolaborasi 16 Musisi - Menjaga Dunia



Kolaborasi 16 musisi kali ini bernyanyi dengan lagu berjudul Menjaga Dunia. Diantara musisi yang turut serta adalah Anji, Rian D’Masiv, Judika, Titi Dj, Ifan Govinda, Claudia Emmanuela, Rizky Febian, Lala Karmela, Cita Citata, Vidi Aldiano, Pamungkas, Ilham & Neida Hivi. Video klip lagu yang dirilis pada 10 April 2020 ini dibuat dengan latar rumah masing-masing untuk tetap menjaga physical distancing.


3. Artis Indonesia - Satu Cara



Dari akun Youtube Vidi Aldiano sebuah musik video bercerita tentang pandemi virus corona. Lagu yang berjudul Satu Cara ini dirilis pada 9 April 2020. Artis yang turut menyanyikan dalam lagu ini adalah Titi Dj, Raisa, Rossa, Krisdayanti, Ruth Sahanaya, Harvey Malaihollo, Afgan, Giring, Once, Anji, Tompi, Marcell, Rio Febrian, Virgoun, Joe Taslim, Be3, Iis Dahlia, Yuni Shara, Vidi Aldiano, Prilly Latuconsina, Naura, Dira Sugandi, Gamaliél & Audrey, Cinta Laura Kiehl, Mikha Tambayong, Devano Danendra, Lesti , Fildan, Maruli Tampubolon, Ashilla, Sheila Dara, Barsena, Ari Wibowo, Boy William, Ramen Gvrl dan Kevin Widaya.


4. Kolaborasi 50 Public Figure - Semua Kan Berlalu



50 public figure berkolaborasi untuk bernyanyi dalam lagu yang berjudul Semua Kan Berlalu. Musik video dari lagu ini dirilis pada tanggal 12 April 2020 ini dinyanyikan oleh banyak kalangan. Diantaranya ada artis, musisi, presenter, YouTuber, selebgram, gamers, komedian, motivator, pengusaha, penulis, polwan dan juga anak-anak Indonesia.


Dalam lagu yang diinisiasi oleh Prilly Latuconsina, Aan Story, dan Shandy Purnamasari ini, tak hanya lagu saja ada juga puisi yang disematkan dalam lagu tersebut.


5. Aaliyah Massaid - Saling Peduli



Aaliyah Massaid juga membuat lagu tentang keadaan pandemi corona yang dirilis 14 April 2020. Karya yang terinspirasi situasi virus corona saat ini dikerjakan Aaliyah Masaid dan tim hanya dalam kurun waktu sehari saja. Karya tersebut berjudul Saling Peduli yang bertujuan untuk mengingatkan untuk saling peduli satu sama lain.


6. Project Pop x Cameoproject - Gara-Gara Corona



Penyanyi grup lawas kini hadir kembali menanggapi pandemi yang telah terjadi. Project Pop bersama Cameo Project membuat lagu berjudul Gara-Gara Corona. Lagu ini dirilis pada 24 Maret 2020 yang bercerita tentang kehidupan yang perlahan berubah gara-gara adanya virus corona.


7. Rhoma Irama -  Virus Corona



Raja dangdut, Rhoma Irama juga turut membuat lagu tentang kondisi saat ini. Berjudul Virus Corona, lagu ini dirilis pada tanggal 3 Apil 2020 yang diciptakan dan dinyanyikan sendiri oleh Rhoma Irama. Lagu ini diciptakan dengan maksud menyemangati dan mengambil hikmah dari wabah yang terjadi saat ini.


8. Kolaborasi 8 penyanyi - Cahaya Dalam Kegelapan



Bukan hal baru jika mendengar mantan presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menciptakan lagu. Cahaya Dalam Kegelapan adalah salah satu lagu ciptaannya yang dinyanyikan oleh kolaborasi 8 penyanyi, yaitu Joy Tobing, Sandhi Sandoro, Yuni Shara, Ariyo Wahab, Lala Karmela, Ita Purnamasari, Irang Perdana, dan Andy /Rif. Dalam lagu ini, SBY mengajak masyarakat untuk tidak kehilangan harapan saat susah seperti ini.

9. Wali - Kisah Pahlawan Bermasker



Kali ini band Wali ingin mengapresiasi tenaga medis dengan merilis single berjudul Kisah Pahlawan Bermasker. Dalam video yang dirilis pada tanggal 16 April 2020 ini, secara khusus Apoy, sang pencipta lagu mendedikasikan lagunya untuk para pahlawan medis. Lagu ini berkisah tentang bagaimana beratnya menjadi petugas medis saat ini. Mulai resiko besar yang ditangani hingga tidak bisa bertemu anak di rumah.

10. Bimbo - Di Rumah Saja



Sempat bocor, lagu dari Bimbo yang awalnya diperkirakan berjudul virus corona kini sudah resmi rilis. Lagu yang rilis ada tanggal 28 April 2020 ini merupakan kerja sama antara Bimbo sebagai pencipta dan penyanyi bersama BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Lagu ini merupakan himbauan untuk di rumah saja dan jangan mudik dulu saat pandemi saat ini.


Semua lagu di atas merupakan hasil karya musisi Indonesia dalam menanggapi pandemi virus corona. Sangat menyentuh dan Berisi semangat untuk masyarakat Indonesia. Dan tentunya lagu-lagu ini juga bisa jadi teman saat kamu di rumah saja.

Minggu, 31 Mei 2020

NEW NORMAL! Sudah Siapkah Anda?


Pemerintah Republik Indonesia telah mengumumkan akan menerapkan new normal atau tatanan normal baru dengan melonggarkan pembatasan dan membuka kembali bisnis di tengah pandemi covid-19. Skema tatanan normal baru akan dilakukan di sejumlah sektor secara bertahap. Pemerintah sendiri telah menetapkan beberapa syarat untuk daerah yang akan menerapkan new normal.

Bersiap Untuk NEW NORMAL
sumber: tempo.co

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan alasan pemerintah menerapkan new normal ini. Dasar utama keputusan penerapan new normal itu adalah ekonomi. "Kita melihat bahwa pertumbuhan ekonomi ini penting. Karena sekarang sebelum pandemi ini 7 juta orang belum mendapat pekerjaan, bukan PHK dan pada saat PHK terjadi pandemi sekitar 1,8 juta. Tentu kita harus segera mungkin menciptakan kesempatan-kesempatan baru," tuturnya lewat media detikcom beberapa hari yang lalu.

Menurutnya new normal ini menjadi sangat perlu dan penting. Hal ini disebabkan karena new normal dilakukan bukan hanya di Indonesia saja, namun negara lain juga sudah membuka dan melakukan hal yang sama. Sampai kapan new normal ini akan diberlakukan? "Nah tentu sampai vaksin ditemukan. Kita tidak bicara situasi seperti sebelum COVID-19. Jadi sampai vaksin ditemukan maka sebelumnya kita harus melakukan new normal," menurut pendapat Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto.

Dengan penerapkan fase new normal ini, kata Yuri selaku juru bicara COVID-19 menekankan bahwa new normal harus menjadi perhatian dan kesadaran bersama. Dalam fase tersebut masyarakat tetap menggunakan masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, dan tetap menjaga jarak fisik saat berkomunikasi.

"Hindari kerumunan, atur kegiatan-kegiatan sosial kita agar tidak menimbulkan kerumunan, tidak menimbulkan penumpukan. Inilah yang harus kita biasakan di dalam menghadapi kenormalan yang baru," kata Yuri.

Sudah siapkah diri Anda menghadapi "New Normal" ini?

Menerapkan fase new normal, kata Yuri, harus menjadi perhatian dan kesadaran bersama. Dalam fase tersebut masyarakat tetap menggunakan masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, dan tetap menjaga jarak fisik saat berkomunikasi. "Hindari kerumunan, atur kegiatan-kegiatan sosial kita agar tidak menimbulkan kerumunan, tidak menimbulkan penumpukan. Inilah yang harus kita biasakan di dalam menghadapi kenormalan yang baru," kata Yuri.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemerintah: New Normal Bukan Berarti Kembali seperti Sebelum Adanya Pandemi Covid-19", https://nasional.kompas.com/read/2020/05/31/22121251/pemerintah-new-normal-bukan-berarti-kembali-seperti-sebelum-adanya-pandemi.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Irfan Maullana

Menerapkan fase new normal, kata Yuri, harus menjadi perhatian dan kesadaran bersama. Dalam fase tersebut masyarakat tetap menggunakan masker saat keluar rumah, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, dan tetap menjaga jarak fisik saat berkomunikasi. "Hindari kerumunan, atur kegiatan-kegiatan sosial kita agar tidak menimbulkan kerumunan, tidak menimbulkan penumpukan. Inilah yang harus kita biasakan di dalam menghadapi kenormalan yang baru," kata Yuri.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Pemerintah: New Normal Bukan Berarti Kembali seperti Sebelum Adanya Pandemi Covid-19", https://nasional.kompas.com/read/2020/05/31/22121251/pemerintah-new-normal-bukan-berarti-kembali-seperti-sebelum-adanya-pandemi.
Penulis : Fitria Chusna Farisa
Editor : Irfan Maullana

Kamis, 28 Mei 2020

Proses Penularan dan Pencegahan COVID-19

Pandemi virus corona covid-19 pada saat ini masih terus menyebar dan menginfeksi hampir seluruh negara yang ada dunia ini. Penyebarannya terjadi sangat cepat dari manusia ke manusia hingga menyebabkan kepanikan di sebagian besar masyarakat. WHO maupun Pemerintah sendiri telah menyampaikan berbagai imbauan sebagai antisipasi penyebaran virus corona covid-19 tersebut. Imbauan tersebut disampaikan tidak lain disebabkan karena banyaknya faktor penyebab masifnya penularan corona covid-19 dari manusia ke manusia yang sering dengan tidak sengaja dilakukan.

"Cara penyebaran virus corona COVID-19 adalah melalui tetesan air liur (droplets) atau muntah (fomites), dalam kontak dekat tanpa pelindung. Transmisi virus corona atau COVID-19 terjadi antara yang telah terinfeksi dengan orang tanpa patogen penyakit," tulis WHO dalam laporannya.

Droplets yang mendarat di sebuah benda atau permukaan yang lalu disentuh dan orang sehat tersebut menyentuh mata, hidung atau mulut mereka dapat membuat orang tersebut terinfeksi. Virus corona juga bisa menyebar ketika tetesan kecil itu dihirup oleh seseorang kemudian berdekatan dengan yang terinfeksi COVID-19.

Proses Penularan dan Pencegahan COVID-19


Selain penyebaran, dalam laporannya WHO juga menulis cara pencegahan COVID-19. Pencegahan yang paling penting adalah sering cuci tangan dan menutup mulut serta hidung saat bersin atau batuk. Sehingga kita dianjurkan untuk sering cuci tangan menggunakan sabun atau menggunakan Handsanitizier jika jangkauan sabun cukup jauh. Menggunakan masker untuk setiap orang saat ini adalah sebuah kewajiban. WHO telah membuat himbauan untuk menggunakan masker setiap keluar rumah, masker kain saja sudah cukup. Masker kain sudah dapat menahan percikan droplets COVID-19 sekitar 60%. Jadi kita tidak perlu menggunakan masker bedah yang digunakan oleh para tenaga medis. "Cuci tangan dan menutup mulut serta hidung saat batuk atau bersin, harus dilakukan sesering mungkin untuk menghadapi virus corona COVID-19," tulis WHO dalam laporannya.


Langkah pencegahan lain adalah dengan membiasakan jaga jarak minimal dua meter dengan orang lain. Dengan jarak dua meter, risiko tertular virus corona COVID-19 dapat ditekan. Selain itu, setiap orang harus siap menolong lansia yang lebih mudah terkena infeksi virus corona atau COVID-19. "Itu sebabnya penting untuk menjaga jarak 1 meter lebih dari orang yang sakit. Hingga kini belum ada penelitian yang menyatakan virus corona COVID-19 bisa menular melalui udara," jelas WHO.


Pesan WHO lainnya adalah masyarakat harus paham COVID-19 bukan penyakit main-main. Penyakit ini bisa berakibat fatal namun bisa dicegah dan pasiennya bisa sembuh. Karena itu, masyarakat jangan panik, harus merespon dengan baik, dan mengikuti tiap saran pencegahan virus corona COVID-19. Masyarakat juga harus memastikan kebenaran info virus corona COVID-19 sehingga tidak termakan hoaks.


Yang terpenting juga dalam menjalani kehidupan di era pandemi ini adalah dengan memperbaiki asupan nutrisi dan imunitas. Minum multivitamin jika kurang sehat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari khususnya yang mengandung vitamin C atau vitamin E. Selain itu konsumsi makanan yang bergizi dan rajin berolahraga serta jangan lupa selalu berjemur antara jam delapan pagi hingga jam sepuluh siang untuk memperoleh vitamin D untuk tubuh kita.

Mengenal COVID-19 dan Gejalanya

COVID-19 adalah singkatan dari Corona (CO), Virus (VI) Disease (D) dan tahun 2019 (19), yang mana virus corona Covid-19 ini pertama kali muncul di tahun 2019COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh jenis virus Corona baru (novel coronavirus/nCov). Virus Corona baru mirip dengan keluarga virus yang menyebabkan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan sejumlah influensa biasa. Tanggal 11 Maret 2020 WHO telah menetapkan COVID-19 sebagai global pandemic. Kemudian Indonesia menetapkan COVID-19 sebagai bencana nasional pada tanggal 14 Maret 2020.

Mengenal COVID-19 dan Gejalanya

COVID-19 dapat menginfeksi paru-paru dan mengganggu pernapasan. Dua gejala utama virus corona adalah demam dan batuk kering yang kemudian dapat menyebabkan masalah pernapasan. Batuk yang harus diwaspadai adalah batuk kering dan terus menerus. Ini berarti Anda mengalami batuk selama lebih dari satu jam, atau mengalami tiga atau lebih batuk tak henti dalam 24 jam. Jika Anda sudah biasa batuk, batuk karena corona akan lebih buruk dari biasanya. Gejala corona lainnya adalah demam yang lebih dari 37.8 celcius. Selain itu penderita COVID-19 juga merasakan sakit tenggorokan, sakit kepala, diare, letih, lesu dan ada juga yang kehilangan kemampuan indera penciuman dan perasa. Dibutuhkan rata-rata lima hari untuk mulai menunjukkan gejalanya, tetapi beberapa orang akan mendapatkannya nanti. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengatakan periode inkubasi berlangsung hingga 14 hari. Namun perkembangan saat ini terdapat pasien terinfeksi COVID-19 tanpa memiliki gejala yang kini disebut dengan istilah OTG (Orang Tanpa Gejala). Berikut ini pembahasan setiap gejala COVID-19 yang dikutip dari tirto.id :

1. Napas pendek Sesak napas biasanya bukan merupakan gejala awal COVID-19, tetapi itu adalah yang paling serius. Itu bisa terjadi dengan sendirinya, tanpa batuk. Jika dada terasa ketat atau Anda mulai merasa seolah-olah Anda tidak bisa bernapas cukup dalam untuk mengisi paru-paru dengan udara, itu pertanda untuk bertindak cepat, kata para ahli. "Jika ada sesak napas segera hubungi penyedia layanan kesehatan Anda, perawatan darurat setempat atau departemen darurat," kata Presiden Asosiasi Medis Amerika Dr. Patrice Harris. CDC mencantumkan tanda-tanda peringatan darurat lain untuk COVID-19 sebagai "rasa sakit yang terus-menerus atau tekanan di dada," dan "bibir atau wajah kebiruan," yang dapat mengindikasikan kekurangan oksigen. Dapatkan perhatian medis segera, kata CDC.


2. Demam Demam adalah tanda kunci COVID-19. Karena beberapa orang dapat memiliki suhu tubuh inti lebih rendah atau lebih tinggi dari suhu normal 37,6 derajat Fahrenheit (37 derajat Celcius), para ahli mengatakan tidak memfokuskan pada angka. Jangan mengandalkan suhu yang diambil di pagi hari, kata pakar penyakit menular Dr. William Schaffner, seorang profesor kedokteran pencegahan dan penyakit menular di Vanderbilt University School of Medicine di Nashville. "Suhu kami tidak sama di siang hari. Jika Anda membawanya pada pukul delapan pagi, itu mungkin normal," jelas Schaffner. Sebagai gantinya, ambil suhu tubuh Anda di sore hari dan malam hari. "Salah satu gejala demam yang paling umum adalah suhu tubuh Anda naik di sore hari dan sore hari. Itu adalah cara umum virus menghasilkan demam."


3. Batuk kering Batuk adalah gejala umum lainnya, tetapi batuk karena corona bukan batuk biasa. "Itu bukan rasa geli di tenggorokanmu. Anda tidak hanya batuk untuk membersihkan tenggorokan. Bukan hanya batuk karena iritasi," jelas Schaffner. Batuk itu mengganggu dan bisa dirasakan datang dari dalam dada. "Itu berasal dari tulang dada atau tulang dada Anda, dan Anda dapat mengatakan bahwa tabung bronkial Anda meradang atau teriritasi," tambah Schaffner. Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Organisasi Kesehatan Dunia pada bulan Februari menemukan lebih dari 33% dari 55.924 orang dengan kasus COVID-19 yang dikonfirmasi laboratorium mengalami batuk berdahak dari paru-paru mereka.


4. Menggigil dan sakit di sekujur tubuh Rasa menggigil dan sakit di sekujur tubuh biasanya datang pada malam hari.Tidak semua orang akan memiliki reaksi yang parah, kata para ahli. Beberapa orang mungkin tidak menggigil atau sakit sama sekali. Orang lain mungkin mengalami kedinginan seperti flu yang lebih ringan, kelelahan dan sakit pada sendi dan otot, yang dapat membuatnya sulit untuk mengetahui apakah itu flu atau virus corona. Salah satu tanda Anda memiliki COVID-19 adalah jika gejala Anda tidak membaik setelah seminggu atau lebih dan terus memburuk.


5. Kebingungan yang tiba-tiba Berbicara tentang tanda-tanda yang memburuk, CDC mengatakan kebingungan yang tiba-tiba atau ketidakmampuan untuk bangun dan waspada mungkin merupakan tanda serius bahwa perawatan darurat diperlukan. Jika Anda atau orang yang dicintai memiliki gejala-gejala tersebut, terutama dengan tanda-tanda kritis lainnya seperti bibir kebiru-biruan, kesulitan bernapas atau nyeri dada, CDC mengatakan untuk segera mencari bantuan.


6. Masalah pencernaan Awalnya sains tidak berpikir diare atau masalah lambung khas lainnya akan muncul sebagai gejala SARS-CoV-2. Semakin banyak penelitian tentang korban yang selamat, ternyata banyak yang mengalami hal itu. Dalam sebuah studi di luar Cina di mana mereka melihat beberapa pasien yang paling awal, sekitar 200 pasien, mereka menemukan bahwa gejala pencernaan atau lambung (gastrointestinal) sebenarnya ada di sekitar setengah dari pasien, kata Dr. Sanjay Gupta.


7. Mata merah muda Penelitian dari Cina, Korea Selatan dan bagian lain dunia menunjukkan bahwa sekitar 1% hingga 3% orang dengan COVID-19 juga menderita konjungtivitis, umumnya dikenal sebagai mata merah muda. Konjungtivitis, suatu kondisi yang sangat menular ketika disebabkan oleh virus, adalah peradangan pada lapisan jaringan yang tipis dan transparan, yang disebut konjungtiva, yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata. SARS-CoV-2 hanyalah salah satu dari banyak virus yang dapat menyebabkan konjungtivitis, sehingga tidak mengejutkan bagi para ilmuwan bahwa virus yang baru ditemukan ini akan melakukan hal yang sama. Namun, mata merah muda atau merah bisa menjadi satu tanda lagi bahwa Anda harus menghubungi dokter jika Anda juga memiliki gejala lain COVID-19 lainnya, seperti demam, batuk, atau sesak napas.


8. Kehilangan bau dan rasa Pada kasus coronavirus yang ringan hingga sedang, hilangnya bau dan rasa muncul sebagai salah satu tanda awal COVID-19 yang paling tidak biasa. "Anosmia, khususnya, telah terlihat pada pasien yang akhirnya dites positif untuk virus korona tanpa gejala lain," menurut American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery. Sebuah analisis terbaru terhadap kasus-kasus ringan di Korea Selatan menemukan gejala utama pada 30% pasien adalah hilangnya penciuman. Di Jerman, lebih dari dua dari tiga kasus yang dikonfirmasi menderita anosmia.


9. Kelelahan Bagi sebagian orang, kelelahan ekstrem bisa menjadi tanda awal terinfeksi coronavirus baru. Laporan WHO menemukan hampir 40% dari hampir 6.000 orang dengan kasus yang dikonfirmasi laboratorium mengalami kelelahan. Kelelahan dapat berlanjut lama setelah virus hilang. Laporan anekdotal dari orang-orang yang telah pulih dari COVID-19 mengatakan kelelahan dan kekurangan energi terus berlanjut melewati masa pemulihan standar beberapa minggu.


10. Sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat Laporan WHO juga menemukan hampir 14% dari 6.000 kasus COVID-19 di Cina memiliki gejala sakit kepala dan sakit tenggorokan, sementara hampir 5% memiliki hidung tersumbat. Tentu bukan tanda-tanda paling umum dari penyakit ini, tetapi jelas mirip dengan pilek dan flu. Faktanya, banyak gejala COVID-19 dapat menyerupai flu, termasuk sakit kepala dan masalah pencernaan yang disebutkan sebelumnya, sakit tubuh dan kelelahan. Gejala lainnya yang menyerupai pilek atau alergi, yaitu sakit tenggorokan dan hidung tersumbat.

Jumat, 10 Juli 2015

Mengubah Tampilan Windows 7 Anda Seperti Windows 8 atau Windows 10

Bosan dengan tampilan PC/Laptop anda dengan Windows 7? Ingin coba tampilan Windows 8 atau bahkan Windows 10 di Windows 7 anda? Ini dia caranya.
Tampilan Windows 8 dalam Operating System Windows 7
Tampilan Windows 10 dalam Operating System Windows 7

Hampir 75% masyarakat sekarang menggunakan Windows 7 sebagai operating system pada PC mereka. Hal ini karena memang Windows 7 tergolong mudah digunakan dan cukup ringan untuk penggunanya. Tapi sekarang terdapat Windows 8 dan Windows 10 yang tampilannya lebih menarik, simpel dan lebih elegant tentunya. Para pengguna Windows 7 yang tidak dapat menggunakan operating system tersebut dapat menggunakan tema yang dimodifikasi. Berikut ini langkah-langkahnya:

1. Download Universal Theme Patcher disini. Jalankan dan ikuti instruksi dari program tersebut.

2. Download  Tema Windows 8
                     Tema Windows 10 
    Pilih salah satu yang diinginkan
3. Ekstrak seluruh file yang telah didownload

4. Copy file+folder theme yang terdapat dalam file yang telah didownlad tadi kemudian paste ke ke C:\Windows\Resources\Themes

5. Double click file theme yang telah dicopy tadi dan apply.

6. Selanjutnya masuk ke folder Extras. Lakukan semua yang diperintahkan dalam setiap sub-folder (harap diperhatikan baik-baik instruksi dari tiap sub-folder). Enjoy it!

Catatan: Teruji baik di laptop saya. Jangan dilakukan kalau belum mengerti dan paham betul. Sedikit kesalahan dapat merusak Windows anda.

Silakan bertanya di kolom komentar jika masih kebingungan.
Source : Deviantart
loading...