Badan Kesehatan Dunia (WHO) sendiri mendefinisikan obat herbal atau medicinal plants sebagai tanaman yang digunakan dengan tujuan pengobatan atau pencegahan dan merupakan bahan asli dalam pembuatan obat herbal. Manfaat tumbuhan obat bisa berasal dari akar, batang, hingga daunnya.
Jadi jangan heran jika lebih satu jenis tumbuhan obat memiliki
khasiat yang berbeda-beda dalam mengobati berbagai macam penyakit.
Menurut
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, obat tradisional adalah bahan atau ramuan bahan yang berupa bahan tumbuhan, bahan hewan, bahan mineral, sediaan sarian (galenik),
atau campuran dari bahan tersebut yang secara turun temurun telah
digunakan untuk pengobatan, dan dapat diterapkan sesuai dengan norma
yang berlaku di masyarakat.
Obat
herbal memiliki berbagai efek pada sistem metabolisme tubuh manusia.
Mulai dari memberikan efek analgesik, antioksidan, hingga antiradang. Tak
heran apabila banyak masyarakat Indonesia yang menggunakan obat
tradisional sebagai cara mengobati beberapa masalah kesehatan, seperti
demam, batuk, pilek, flu, sakit kepala, sakit perut, gangguan pencernaan, menjaga daya tahan tubuh, masalah kulit, hingga insomnia.
Menjalani masa pandemi COVID-19 tentunya kita perlu memperkuat sistem imun. Selain menggunakan vitamin dalam menjaga asupan nutrisi, tumbuhan obat ternyata dapat membantu memelihara daya tahan tubuh kita. Tumbuhan apa saja itu? Sambiloto, meniran, temulawak, kunyit, jahe, dan jambu biji menurut penelitian dapat menjaga daya tahan tubuh kita. Bagaimana cara penyajiannya? Berikut ini tumbuhan obat yang digunakan lengkap dengan cara penyajian yang bersumber dari Buku Cegah Covid oleh BPOM-RI:
Jenis tumbuhan obat di atas tentunya mudah ditemukan di sekitar kita. Cara penyajiannya pun tidaklah sulit. Yuk manfaatkan kekayaan alam kita untuk diri, keluarga, dan orang di sekitar kita agar daya tahan tubuh kita tetap terjaga.
Dunia telah dilanda pandemi corona yang belum
jelas kapan akan berakhir. Berbagai upaya, kebijakan dan bantuan telah
digelontorkan untuk mencegah penyebaran yang semakin meluas. Tak hanya
bantuan tapi semangat juga dibutuhkan untuk menjaga jiwa tetap sehat,
seperti yang dilakukan musisi berikut ini.
Mereka menyalurkan
semangat lewat sebuah lagu yang menyentuh untuk Indonesia tetap kuat dan
bersatu. Tak hanya itu, ada juga lagu untuk garda depan petugas medis
yang tak lelah walaupun tak bisa bertemu anak, orangtua atau keluarga
mereka. Berikut ini 10 Lagu Karya Musisi Indonesia tentang Pandemi Corona yang bersumber dari idntimes.com
1. Yessiel Trivena - Demi Raga Yang Lain
Demi
Raga Yang Lain adalah lagu ciptaan dari musisi Eka Gustiwana yang
dinyanyikan oleh Yessiel Trivena. Lagu ini rilis pada tanggal 19 Maret
2020 ini bercerita tentang bagaimana beratnya pekerjaan tenaga medis
saat pandemi virus corona saat ini. Tak hanya lagu, Eka Gustiwana juga
membuka donasi melalui platform Kitabisa.com.
2. Kolaborasi 16 Musisi - Menjaga Dunia
Kolaborasi
16 musisi kali ini bernyanyi dengan lagu berjudul Menjaga Dunia.
Diantara musisi yang turut serta adalah Anji, Rian D’Masiv, Judika, Titi
Dj, Ifan Govinda, Claudia Emmanuela, Rizky Febian, Lala Karmela, Cita
Citata, Vidi Aldiano, Pamungkas, Ilham & Neida Hivi. Video klip lagu
yang dirilis pada 10 April 2020 ini dibuat dengan latar rumah
masing-masing untuk tetap menjaga physical distancing.
3. Artis Indonesia - Satu Cara
Dari
akun Youtube Vidi Aldiano sebuah musik video bercerita tentang pandemi
virus corona. Lagu yang berjudul Satu Cara ini dirilis pada 9 April
2020. Artis yang turut menyanyikan dalam lagu ini adalah Titi Dj, Raisa,
Rossa, Krisdayanti, Ruth Sahanaya, Harvey Malaihollo, Afgan, Giring,
Once, Anji, Tompi, Marcell, Rio Febrian, Virgoun, Joe Taslim, Be3, Iis
Dahlia, Yuni Shara, Vidi Aldiano, Prilly Latuconsina, Naura, Dira
Sugandi, Gamaliél & Audrey, Cinta Laura Kiehl, Mikha Tambayong,
Devano Danendra, Lesti , Fildan, Maruli Tampubolon, Ashilla, Sheila
Dara, Barsena, Ari Wibowo, Boy William, Ramen Gvrl dan Kevin Widaya.
4. Kolaborasi 50 Public Figure - Semua Kan Berlalu
50 public figure berkolaborasi
untuk bernyanyi dalam lagu yang berjudul Semua Kan Berlalu. Musik video
dari lagu ini dirilis pada tanggal 12 April 2020 ini dinyanyikan oleh
banyak kalangan. Diantaranya ada artis, musisi, presenter, YouTuber,
selebgram, gamers, komedian, motivator, pengusaha, penulis, polwan dan
juga anak-anak Indonesia.
Dalam lagu yang diinisiasi oleh Prilly
Latuconsina, Aan Story, dan Shandy Purnamasari ini, tak hanya lagu saja
ada juga puisi yang disematkan dalam lagu tersebut.
5. Aaliyah Massaid - Saling Peduli
Aaliyah
Massaid juga membuat lagu tentang keadaan pandemi corona yang dirilis
14 April 2020. Karya yang terinspirasi situasi virus corona saat ini
dikerjakan Aaliyah Masaid dan tim hanya dalam kurun waktu sehari saja.
Karya tersebut berjudul Saling Peduli yang bertujuan untuk mengingatkan
untuk saling peduli satu sama lain.
6. Project Pop x Cameoproject - Gara-Gara Corona
Penyanyi
grup lawas kini hadir kembali menanggapi pandemi yang telah terjadi.
Project Pop bersama Cameo Project membuat lagu berjudul Gara-Gara
Corona. Lagu ini dirilis pada 24 Maret 2020 yang bercerita tentang
kehidupan yang perlahan berubah gara-gara adanya virus corona.
7. Rhoma Irama - Virus Corona
Raja
dangdut, Rhoma Irama juga turut membuat lagu tentang kondisi saat ini.
Berjudul Virus Corona, lagu ini dirilis pada tanggal 3 Apil 2020 yang
diciptakan dan dinyanyikan sendiri oleh Rhoma Irama. Lagu ini diciptakan
dengan maksud menyemangati dan mengambil hikmah dari wabah yang terjadi
saat ini.
8. Kolaborasi 8 penyanyi - Cahaya Dalam Kegelapan
Bukan
hal baru jika mendengar mantan presiden Indonesia Susilo Bambang
Yudhoyono (SBY) menciptakan lagu. Cahaya Dalam Kegelapan adalah salah
satu lagu ciptaannya yang dinyanyikan oleh kolaborasi 8 penyanyi, yaitu
Joy Tobing, Sandhi Sandoro, Yuni Shara, Ariyo Wahab, Lala Karmela, Ita
Purnamasari, Irang Perdana, dan Andy /Rif. Dalam lagu ini, SBY mengajak
masyarakat untuk tidak kehilangan harapan saat susah seperti ini.
9. Wali - Kisah Pahlawan Bermasker
Kali
ini band Wali ingin mengapresiasi tenaga medis dengan merilis single
berjudul Kisah Pahlawan Bermasker. Dalam video yang dirilis pada tanggal
16 April 2020 ini, secara khusus Apoy, sang pencipta lagu
mendedikasikan lagunya untuk para pahlawan medis. Lagu ini berkisah
tentang bagaimana beratnya menjadi petugas medis saat ini. Mulai resiko
besar yang ditangani hingga tidak bisa bertemu anak di rumah.
10. Bimbo - Di Rumah Saja
Sempat
bocor, lagu dari Bimbo yang awalnya diperkirakan berjudul virus corona
kini sudah resmi rilis. Lagu yang rilis ada tanggal 28 April 2020 ini
merupakan kerja sama antara Bimbo sebagai pencipta dan penyanyi bersama
BNPB (Badan Nasional Penanggulangan Bencana). Lagu ini merupakan
himbauan untuk di rumah saja dan jangan mudik dulu saat pandemi saat
ini.
Semua lagu di atas merupakan hasil karya musisi Indonesia dalam menanggapi pandemi
virus corona. Sangat menyentuh dan Berisi semangat untuk masyarakat Indonesia. Dan tentunya lagu-lagu ini juga bisa jadi teman saat kamu di rumah saja.
Pemerintah Republik Indonesia telah mengumumkan akan menerapkan new normal atau tatanan
normal baru dengan melonggarkan pembatasan dan membuka kembali bisnis di
tengah pandemi covid-19.
Skema tatanan normal baru akan dilakukan di sejumlah sektor secara
bertahap. Pemerintah sendiri telah menetapkan beberapa syarat untuk daerah yang akan menerapkan new normal.
sumber: tempo.co
Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto
menjelaskan alasan pemerintah menerapkan new normal ini. Dasar utama
keputusan penerapan new normal itu adalah ekonomi. "Kita melihat bahwa pertumbuhan ekonomi ini penting. Karena sekarang
sebelum pandemi ini 7 juta orang belum mendapat pekerjaan, bukan PHK dan
pada saat PHK terjadi pandemi sekitar 1,8 juta. Tentu kita harus segera
mungkin menciptakan kesempatan-kesempatan baru," tuturnya lewat media detikcom beberapa hari yang lalu.
Menurutnya new normal ini menjadi sangat perlu dan penting. Hal ini disebabkan karena new normal dilakukan bukan hanya di Indonesia saja, namun negara lain juga sudah membuka dan
melakukan hal yang sama. Sampai kapan new normal ini akan diberlakukan? "Nah tentu sampai vaksin ditemukan. Kita tidak
bicara situasi seperti sebelum COVID-19. Jadi sampai vaksin ditemukan
maka sebelumnya kita harus melakukan new normal," menurut pendapat Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto.
Dengan penerapkan
fase new normal ini, kata Yuri selaku juru bicara COVID-19 menekankan bahwa new normal harus menjadi perhatian dan kesadaran bersama.
Dalam fase tersebut masyarakat tetap menggunakan masker saat keluar rumah,
rajin mencuci tangan menggunakan sabun, dan tetap menjaga jarak fisik saat
berkomunikasi.
"Hindari kerumunan, atur kegiatan-kegiatan sosial kita agar tidak menimbulkan kerumunan, tidak menimbulkan penumpukan. Inilah yang harus kita biasakan di dalam menghadapi kenormalan yang baru," kata Yuri. Sudah siapkah diri Anda menghadapi "New Normal" ini?
Menerapkan fase new
normal, kata Yuri, harus menjadi perhatian dan kesadaran bersama.
Dalam fase tersebut masyarakat tetap menggunakan masker saat keluar
rumah, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, dan tetap menjaga jarak
fisik saat berkomunikasi.
"Hindari kerumunan, atur kegiatan-kegiatan sosial kita agar tidak
menimbulkan kerumunan, tidak menimbulkan penumpukan. Inilah yang harus
kita biasakan di dalam menghadapi kenormalan yang baru," kata Yuri.
Menerapkan fase new
normal, kata Yuri, harus menjadi perhatian dan kesadaran bersama.
Dalam fase tersebut masyarakat tetap menggunakan masker saat keluar
rumah, rajin mencuci tangan menggunakan sabun, dan tetap menjaga jarak
fisik saat berkomunikasi.
"Hindari kerumunan, atur kegiatan-kegiatan sosial kita agar tidak
menimbulkan kerumunan, tidak menimbulkan penumpukan. Inilah yang harus
kita biasakan di dalam menghadapi kenormalan yang baru," kata Yuri.
Pandemi virus corona covid-19 pada saat ini masih terus
menyebar dan menginfeksi hampir seluruh negara yang ada
dunia ini. Penyebarannya terjadi sangat cepat dari manusia ke manusia
hingga menyebabkan kepanikan di sebagian besar masyarakat. WHO maupun Pemerintah sendiri telah menyampaikan berbagai imbauan
sebagai antisipasi penyebaran virus corona covid-19 tersebut. Imbauan
tersebut disampaikan tidak lain disebabkan karena banyaknya faktor
penyebab masifnya penularan corona covid-19 dari manusia ke manusia yang
sering dengan tidak sengaja dilakukan.
"Cara penyebaran virus corona COVID-19 adalah melalui tetesan air liur
(droplets) atau muntah (fomites), dalam kontak dekat tanpa pelindung.
Transmisi virus corona atau COVID-19 terjadi antara yang telah
terinfeksi dengan orang tanpa patogen penyakit," tulis WHO dalam
laporannya.
Droplets yang mendarat di sebuah benda atau permukaan yang lalu
disentuh dan orang sehat tersebut menyentuh mata, hidung atau mulut
mereka dapat membuat orang tersebut terinfeksi. Virus corona juga bisa menyebar ketika tetesan kecil itu dihirup
oleh seseorang kemudian berdekatan dengan yang terinfeksi COVID-19.
Selain penyebaran, dalam laporannya WHO juga menulis cara pencegahan COVID-19. Pencegahan yang paling penting adalah sering cuci tangan dan menutup mulut serta hidung saat bersin atau batuk. Sehingga kita dianjurkan untuk sering cuci tangan menggunakan sabun atau menggunakan Handsanitizierjika jangkauan sabun cukup jauh. Menggunakan masker untuk setiap orang saat ini adalah sebuah kewajiban. WHO telah membuat himbauan untuk menggunakan masker setiap keluar rumah, masker kain saja sudah cukup. Masker kain sudah dapat menahan percikan droplets COVID-19 sekitar 60%. Jadi kita tidak perlu menggunakan masker bedah yang digunakan oleh para tenaga medis. "Cuci
tangan dan menutup mulut serta hidung saat batuk atau bersin, harus
dilakukan sesering mungkin untuk menghadapi virus corona COVID-19,"
tulis WHO dalam laporannya.
Langkah pencegahan lain adalah dengan membiasakan jaga jarak minimal dua meter dengan orang lain. Dengan jarak dua meter, risiko tertular virus corona
COVID-19 dapat ditekan. Selain itu, setiap orang harus siap
menolong lansia yang lebih mudah terkena infeksi virus corona atau
COVID-19. "Itu sebabnya penting untuk menjaga jarak 1 meter lebih dari orang yang
sakit. Hingga kini belum ada penelitian yang menyatakan virus corona
COVID-19 bisa menular melalui udara," jelas WHO.
Pesan WHO lainnya adalah masyarakat harus paham COVID-19
bukan penyakit main-main. Penyakit ini bisa berakibat fatal namun bisa
dicegah dan pasiennya bisa sembuh. Karena itu, masyarakat jangan panik,
harus merespon dengan baik, dan mengikuti tiap saran pencegahan virus
corona COVID-19. Masyarakat juga harus memastikan kebenaran info virus
corona COVID-19 sehingga tidak termakan hoaks.
Yang terpenting juga dalam menjalani kehidupan di era pandemi ini adalah dengan memperbaiki asupan nutrisi dan imunitas. Minum multivitamin jika kurang sehat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari khususnya yang mengandung vitamin C atau vitamin E. Selain itu konsumsi makanan yang bergizi dan rajin berolahraga serta jangan lupa selalu berjemur antara jam delapan pagi hingga jam sepuluh siang untuk memperoleh vitamin D untuk tubuh kita.
COVID-19 adalah singkatan dari Corona (CO), Virus (VI) Disease (D) dan
tahun 2019 (19), yang mana virus corona Covid-19 ini pertama kali muncul
di tahun 2019COVID-19 merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh jenis virus Corona baru (novel coronavirus/nCov). Virus Corona baru mirip dengan keluarga virus yang menyebabkan SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome) dan sejumlah influensa biasa. Tanggal 11 Maret 2020 WHO telah menetapkan COVID-19 sebagai global pandemic. Kemudian Indonesia menetapkan COVID-19 sebagai bencana nasional pada tanggal 14 Maret 2020.
COVID-19 dapat menginfeksi paru-paru dan mengganggu
pernapasan. Dua gejala utama virus corona adalah demam dan batuk kering yang kemudian dapat menyebabkan masalah pernapasan. Batuk yang harus diwaspadai
adalah batuk kering dan terus menerus. Ini berarti Anda mengalami batuk selama
lebih dari satu jam, atau mengalami tiga atau lebih batuk tak henti dalam 24
jam. Jika Anda sudah biasa batuk, batuk karena corona akan lebih buruk dari
biasanya. Gejala corona lainnya adalah demam yang lebih dari 37.8 celcius. Selain itu penderita COVID-19 juga merasakan sakit
tenggorokan, sakit kepala, diare, letih, lesu dan ada juga yang kehilangan kemampuan indera penciuman dan perasa. Dibutuhkan rata-rata lima hari untuk mulai menunjukkan gejalanya,
tetapi beberapa orang akan mendapatkannya nanti. Organisasi Kesehatan Dunia
(WHO) mengatakan periode inkubasi berlangsung hingga 14 hari. Namun perkembangan saat ini terdapat pasien terinfeksi COVID-19 tanpa memiliki gejala yang kini disebut dengan istilah OTG (Orang Tanpa Gejala). Berikut ini pembahasan setiap gejala COVID-19 yang dikutip dari tirto.id :
1. Napas pendek Sesak napas biasanya bukan merupakan gejala awal
COVID-19, tetapi itu adalah yang paling serius. Itu bisa terjadi dengan
sendirinya, tanpa batuk. Jika dada terasa ketat atau Anda mulai merasa
seolah-olah Anda tidak bisa bernapas cukup dalam untuk mengisi paru-paru dengan
udara, itu pertanda untuk bertindak cepat, kata para ahli. "Jika ada sesak
napas segera hubungi penyedia layanan kesehatan Anda, perawatan darurat
setempat atau departemen darurat," kata Presiden Asosiasi Medis Amerika
Dr. Patrice Harris. CDC mencantumkan tanda-tanda peringatan darurat lain untuk
COVID-19 sebagai "rasa sakit yang terus-menerus atau tekanan di
dada," dan "bibir atau wajah kebiruan," yang dapat
mengindikasikan kekurangan oksigen. Dapatkan perhatian medis segera, kata CDC.
2. Demam Demam adalah tanda kunci COVID-19. Karena beberapa orang dapat
memiliki suhu tubuh inti lebih rendah atau lebih tinggi dari suhu normal 37,6
derajat Fahrenheit (37 derajat Celcius), para ahli mengatakan tidak memfokuskan
pada angka. Jangan mengandalkan suhu yang diambil di pagi hari, kata pakar
penyakit menular Dr. William Schaffner, seorang profesor kedokteran pencegahan
dan penyakit menular di Vanderbilt University School of Medicine di Nashville.
"Suhu kami tidak sama di siang hari. Jika Anda membawanya pada pukul delapan
pagi, itu mungkin normal," jelas Schaffner. Sebagai gantinya, ambil suhu
tubuh Anda di sore hari dan malam hari. "Salah satu gejala demam yang
paling umum adalah suhu tubuh Anda naik di sore hari dan sore hari. Itu adalah
cara umum virus menghasilkan demam."
3. Batuk kering Batuk adalah gejala umum lainnya, tetapi batuk karena
corona bukan batuk biasa. "Itu bukan rasa geli di tenggorokanmu. Anda
tidak hanya batuk untuk membersihkan tenggorokan. Bukan hanya batuk karena
iritasi," jelas Schaffner. Batuk itu mengganggu dan bisa dirasakan datang
dari dalam dada. "Itu berasal dari tulang dada atau tulang dada Anda, dan
Anda dapat mengatakan bahwa tabung bronkial Anda meradang atau
teriritasi," tambah Schaffner. Sebuah laporan yang dikeluarkan oleh Organisasi
Kesehatan Dunia pada bulan Februari menemukan lebih dari 33% dari 55.924 orang
dengan kasus COVID-19 yang dikonfirmasi laboratorium mengalami batuk berdahak
dari paru-paru mereka.
4. Menggigil dan sakit di sekujur tubuh Rasa menggigil dan sakit di
sekujur tubuh biasanya datang pada malam hari.Tidak semua orang akan memiliki
reaksi yang parah, kata para ahli. Beberapa orang mungkin tidak menggigil atau
sakit sama sekali. Orang lain mungkin mengalami kedinginan seperti flu yang
lebih ringan, kelelahan dan sakit pada sendi dan otot, yang dapat membuatnya
sulit untuk mengetahui apakah itu flu atau virus corona. Salah satu tanda Anda
memiliki COVID-19 adalah jika gejala Anda tidak membaik setelah seminggu atau
lebih dan terus memburuk.
5. Kebingungan yang tiba-tiba Berbicara tentang tanda-tanda yang
memburuk, CDC mengatakan kebingungan yang tiba-tiba atau ketidakmampuan untuk
bangun dan waspada mungkin merupakan tanda serius bahwa perawatan darurat
diperlukan. Jika Anda atau orang yang dicintai memiliki gejala-gejala tersebut,
terutama dengan tanda-tanda kritis lainnya seperti bibir kebiru-biruan,
kesulitan bernapas atau nyeri dada, CDC mengatakan untuk segera mencari
bantuan.
6. Masalah pencernaan Awalnya sains tidak berpikir diare atau masalah
lambung khas lainnya akan muncul sebagai gejala SARS-CoV-2. Semakin banyak
penelitian tentang korban yang selamat, ternyata banyak yang mengalami hal itu.
Dalam sebuah studi di luar Cina di mana mereka melihat beberapa pasien yang
paling awal, sekitar 200 pasien, mereka menemukan bahwa gejala pencernaan atau
lambung (gastrointestinal) sebenarnya ada di sekitar setengah dari pasien, kata
Dr. Sanjay Gupta.
7. Mata merah muda Penelitian dari Cina, Korea Selatan dan bagian lain
dunia menunjukkan bahwa sekitar 1% hingga 3% orang dengan COVID-19 juga
menderita konjungtivitis, umumnya dikenal sebagai mata merah muda.
Konjungtivitis, suatu kondisi yang sangat menular ketika disebabkan oleh virus,
adalah peradangan pada lapisan jaringan yang tipis dan transparan, yang disebut
konjungtiva, yang menutupi bagian putih mata dan bagian dalam kelopak mata.
SARS-CoV-2 hanyalah salah satu dari banyak virus yang dapat menyebabkan
konjungtivitis, sehingga tidak mengejutkan bagi para ilmuwan bahwa virus yang
baru ditemukan ini akan melakukan hal yang sama. Namun, mata merah muda atau
merah bisa menjadi satu tanda lagi bahwa Anda harus menghubungi dokter jika
Anda juga memiliki gejala lain COVID-19 lainnya, seperti demam, batuk, atau
sesak napas.
8. Kehilangan bau dan rasa Pada kasus coronavirus yang ringan hingga
sedang, hilangnya bau dan rasa muncul sebagai salah satu tanda awal COVID-19
yang paling tidak biasa. "Anosmia, khususnya, telah terlihat pada pasien
yang akhirnya dites positif untuk virus korona tanpa gejala lain," menurut
American Academy of Otolaryngology-Head and Neck Surgery. Sebuah analisis
terbaru terhadap kasus-kasus ringan di Korea Selatan menemukan gejala utama
pada 30% pasien adalah hilangnya penciuman. Di Jerman, lebih dari dua dari tiga
kasus yang dikonfirmasi menderita anosmia.
9. Kelelahan Bagi sebagian orang, kelelahan ekstrem bisa menjadi tanda
awal terinfeksi coronavirus baru. Laporan WHO menemukan hampir 40% dari hampir
6.000 orang dengan kasus yang dikonfirmasi laboratorium mengalami kelelahan.
Kelelahan dapat berlanjut lama setelah virus hilang. Laporan anekdotal dari
orang-orang yang telah pulih dari COVID-19 mengatakan kelelahan dan kekurangan
energi terus berlanjut melewati masa pemulihan standar beberapa minggu.
10. Sakit kepala, sakit tenggorokan, hidung tersumbat Laporan WHO juga
menemukan hampir 14% dari 6.000 kasus COVID-19 di Cina memiliki gejala sakit
kepala dan sakit tenggorokan, sementara hampir 5% memiliki hidung tersumbat.
Tentu bukan tanda-tanda paling umum dari penyakit ini, tetapi jelas mirip
dengan pilek dan flu. Faktanya, banyak gejala COVID-19 dapat menyerupai flu,
termasuk sakit kepala dan masalah pencernaan yang disebutkan sebelumnya, sakit
tubuh dan kelelahan. Gejala lainnya yang menyerupai pilek atau alergi, yaitu
sakit tenggorokan dan hidung tersumbat.
Bosan dengan tampilan PC/Laptop anda dengan Windows 7? Ingin coba tampilan Windows 8 atau bahkan Windows 10 di Windows 7 anda? Ini dia caranya.
Tampilan Windows 8 dalam Operating System Windows 7
Tampilan Windows 10 dalam Operating System Windows 7
Hampir 75% masyarakat sekarang menggunakan Windows 7 sebagai operating system pada PC mereka. Hal ini karena memang Windows 7 tergolong mudah digunakan dan cukup ringan untuk penggunanya. Tapi sekarang terdapat Windows 8 dan Windows 10 yang tampilannya lebih menarik, simpel dan lebih elegant tentunya. Para pengguna Windows 7 yang tidak dapat menggunakan operating system tersebut dapat menggunakan tema yang dimodifikasi. Berikut ini langkah-langkahnya:
1. Download Universal Theme Patcher disini. Jalankan dan ikuti instruksi dari program tersebut.
4. Copy file+folder theme yang terdapat dalam file yang telah didownlad tadi kemudian paste ke ke C:\Windows\Resources\Themes
5. Double click file theme yang telah dicopy tadi dan apply.
6. Selanjutnya masuk ke folder Extras. Lakukan semua yang diperintahkan dalam setiap sub-folder (harap diperhatikan baik-baik instruksi dari tiap sub-folder). Enjoy it!
Catatan: Teruji baik di laptop saya. Jangan dilakukan kalau belum mengerti dan paham betul. Sedikit kesalahan dapat merusak Windows anda.
Silakan bertanya di kolom komentar jika masih kebingungan.